Waktu dan Batu Besar

14 April, 2012

Waktu dan Batu Besar


Masa lalu adalah hal yang terjauh yang tidak dapat kita raih. Sekeras apapun usaha kita, walau hanya 1 detik, kita tidak akan bisa kembali lagi ke masa lalu. Jangan buang-buanng waktu kita untuk hal-hal kecil yang tidak terlalu bermanfaat, isilah waktu ini dengan sesuatu yang sangat penting bagi mu. Peyesalan selalu datang belakangan, dan kita juga tidak bisa meraih nya kembali. Saudaraku, kita harus bisa menjadi manajer waktu bagi diri kita sendiri. Aturlah waktu, karena jika kamu tidak bisa mengatur waktu, maka hidupmu akan diatur oleh waktu. Ada sebuah cerita tentang manajemen waktu yang pantas direnungkan dan kurang lebihnya seperti ini:

Suatu hari seorang dosen sedang memberi kuliah manajemen waktu kepada mahasiswanya. Dengan semangat dia berdiri di depan kelas dan berkata. "Okay. Sekarang waktunya untuk quiz." Kemudian ia mengeluarkan ember kosong dan meletakkan nya di meja. Setelah itu dia mengisi ember tersebut dengan batu sekepalan tangan, ia terus memasukkan batu ke dalam ember hingga tidak ada lagi batu yang sekiranya mampu dimasukkan lagi. Lalu, dia bertanya kepada kelas "Menurut kalian apakah ember itu sudah penuh?"

"Ya", kata mahasiswanya dengan serentak.

Dosen bertanya kembali. "Sungguhkah demikian?" Kemudian dari dalam meja dia mengeluarkan sekantung kerikil kecil, ia menuangkan kerikil-kerikil kecil itu kedalam ember lalu mengocok-ngocok ember itu sehingga kerikil-kerikil itu masuk ke dalam ember mengisi celah-celah kecil diantara batu-batu. Kemudian, sekali lagi ia bertanya kepada kelas, "Nah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?"

Kali ini mahasiswa terdiam, tapi ada seorang yang menjawab, "Mungkin, tidak."

"Bagus sekali", sahut sang dosen. Kemudian ia mengeluarkan sekantung pasir dan menunagkannya kedalam ember. Pasir itu berjatuhan mengisi celah-celah kosong antara batu dan kerikil. Sekali lagi, dia bertanya pada kelas, "Baiklah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?"

"Belum", sahut seluruh kelas!

Sekali ia berkata, "Bagus, bagus sekali." Kemudian ia meraih sebotol air dan mulai menuangkannya ke dalam ember hingga sampai bibir ember. Lalu ia menoleh ke  kelas lalu bertanya, "Tahukah kalian maksud ilustrasi ini?"

Seorang mahasiswa dengan semangat mengacungkan jari dan mengatakan, "Maksutnya adalah, tak peduli seberapa padat jadwal kita, bila kita berusaha sekuat tenaga pasti kita bisa mengerjakannya."

"Oh, bukan." , sahut sang dosen. "Bukan itu maksudnya. Kenyataan pada ilustrasi itu mengajarakan pada kita bahwa: apabila anda tidak memasukkan "Batu Besar" terlebih dahulu, maka anda tidak akan bisa memasukkan semuanya."

Lalu, apa yang dimaksud batu besar dalam hidup anda? Pendidikan anda, Keluarga anda, Orang-orang yang anda cinta, Hal-hal penting dalam hidup anda, Kesehatan anda, Pasangan hidup anda, Melakukan pekerjaan yang kau cintai, Mengajarkan sesuatu kepada orang lain, Waktu untuk diri sendiri,  dan hal-hal berharga lainnya. 

Dalam mengatur jadwal anda, masukkanlah "Batu Besar" pertama kali atau anda akan kehilangan semuanya. Apabila anda mengisinya dengan hal-hal kecil (seperti kerikil-dan pasir) maka hidup anda akan penuh dengan hal-hal kecil yang merisaukan dan ini seharusnya tidak perlu. Karena dengan demikian anda tidak bisa mempunyai waktu yang sesungguhnya untuk hal-hal besar dan penting. Oleh karena itu, setiap pagi atau malam, ketika anda mengingat dan merenungkan cerita dalam artikel ini, tanyalah pada diri anda sendiri, "Apakah 'Batu Besar' dalam hidup saya?" Lalu kerjakanlah itu pertama kali!

0 comments :

Posting Komentar

Kritik semau anda, mohon gunakan tutur kata yang baik dan benar. Terima kasih.