24 April, 2011

Kerajaan Manta di Kepulauan Derawan


Pari manta adalah spesies ikan pari berukuran paling besar di dunia. Jenis paling besar bisa tumbuh hingga mencapai 7 meter dengan berat lebih dari 2 ton. Saya mengunjungi salah satu kerajaan manta di Indonesia yang terletak di perairan sekitar Pulau Sangalaki, Kepulauan Derawan, Berau, Kalimantan Timur.

Foto: Yahoo!/Famega Syavira

Ikan dengan nama latin Manta birostris ini akan menampakkan diri saat air pasang. Air pasang membawa serta plankton yang merupakan makanan kesukaannya. Tandanya, air laut yang semula biru jernih mulai berwarna keruh akibat plankton.

Pulau Sangalaki bisa dicapai dalam satu jam perjalanan dengan kapal motor dari Pulau Derawan. Tak lama setelah tiba, kami melihat manta mulai berdatangan dan berenang tepat di bawah permukaan air. Kami mencebur ke laut, beberapa puluh meter dari manta. Speedboat tak boleh terlalu dekat karena bisa menakuti binatang jinak itu.

Saya lalu berenang sekuat tenaga untuk mencapai manta. Bukan berenang sebenarnya, karena saya sama sekali tak bisa dan tak tahu teknik berenang. Tepatnya, berusaha menggerakan badan untuk maju. Beruntung, manta berenang langsung ke arah saya.

Sosoknya yang hitam dan menyeramkan membuat saya terdiam sementara dia terus menuju pada saya. Wujudnya sangat besar dengan mulut lebar mengingatkan saya pada pari berekor tajam yang bisa membunuh manusia. Padahal, manta yang ini tak berbahaya.

Sesaat sebelum kami bertabrakan, manta meliukkan tubuhnya ke dasar. Gerakannya anggun sekali seperti penari. Dia lalu meliuk lagi kembali ke arah kedatangannya. Manta berenang cepat dan saya hanya terpaku menatap kepergian si manta hitam anggun.


Photo credits - ThinkStock

Tak hanya satu manta yang muncul, ada beberapa yang berenang di sekitar. Binatang ini juga dikenal suka melompat ke permukaan air. Jika beruntung, manta bisa muncul bergerombol dalam jumlah banyak. Tempat ini juga merupakan titik kesukaan para penyelam karena keindahannya. Sayang, saya tak bisa menyelam.

Manta hanya satu dari ratusan ikan yang hidup di perairan ini. Setidaknya ada 872 macam ikan karang yang menghuni daerah ini dengan enam macam spesies lumba-lumba dan tiga jenis paus.

Saya mengunjungi Derawan atas undangan dari The Nature Conservancy, lembaga nirlaba yang bekerja untuk menjaga kelestarian ekosistem laut kepulauan ini. Saat ini Kawasan Konservasi Perairan Berau menghadapi banyak ancaman, seperti perusakan terumbu karang, penangkapan penyu secara ilegal dan penangkapan ikan tak ramah lingkungan dengan racun dan bom.


Foto: Yahoo!/Famega Syavira

Padahal, kepulauan Derawan adalah daerah dengan terumbu karang terkaya kedua di dunia. Luas terumbu karangnya tak kurang dari 66 ribu hektar. Keanekaragaman terumbu karang di daerah ini berjumlah lebih dari 507 spesies, hanya dapat dikalahkan oleh keragaman di Kepulauan Raja Ampat, Papua.

Kepulauan ini juga menjadi pusat bertelur penyu hijau alias Chelonia mydas. Hampir setiap malam ada penyu hijau yang bertelur di sudut gelap pantai. Ada pula penyu sisik atau Eretmochelys imbricata yang sangat langka.

Danau Purba Kakaban
Setelah puas bermain bersama manta, kami melanjutkan perjalanan ke perairan sekitar Pulau Kakaban. Pulau ini istimewa karena ditengahnya ada danau purba berisi air asin. Danau itu semula adalah laguna yang berubah wujud akibat proses pengangkatan daratan berjuta tahun lalu. Air laut beserta seluruh isinya terperangkap di tengah membentuk ekosistem unik.


Foto: Yahoo!/Famega Syavira

Kakaban dihuni empat macam ubur-ubur yang telah kehilangan daya sengat. Ubur-ubur tak menyengat ini hanya ada di dua tempat di dunia. Selain Kakaban mereka bisa ditemukan di Republik Palau, salah satu negara di Kepulauan Pasifik.

Ubur-ubur memenuhi danau seperti cendol. Aurelia aurita berbentuk seperti piring lebar bening. Cassiopeia ornata berenang terbalik dengan tentakel di atas. Martigias papua berwarna coklat dengan jumlah paling banyak. Kami berlomba mencari Tripedalia cystophora, ubur-ubur seujung kuku yang paling jarang ditemukan.

Danau itu punya sistemnya sendiri untuk menyeimbangkan populasi Di dasar danau ada anemon pemangsa ubur-ubur. Ukurannya sebesar jari, berwarna putih transparan dengan sulur. Coba saja dekatkan ubur-ubur ke sulur, dia menyantap ubur-ubur itu dengan mengisapnya.

Untuk menuju ke danau kami harus melalui dermaga kayu menuju hutan lebat. Tangga bersambung masuk dalam hutan, menaiki bukit. Danau ada di balik bukit kecil itu. Setelah berjalan beberapa ratus meter, upaya naik ke atas bukit terbayar sudah. Langit dan laut begitu biru. Udara segar bertiup dari pulau yang hijau.


Foto: Yahoo!/Famega Syavira

Kami langsung mencebur, lengkap dengan snorkel dan fin. Ubur-ubur banyak sekali dan mudah ditangkap. Rasanya seperti memegang jelly. Di tempat lain dengan ubur-ubur sebanyak ini, tak bakal ada orang yang berani berenang karena akan tersengat.

Hanya ada kami berlima dan pulau. Hanya terdengar bunyi tonggeret dan desir angin yang membuat kecipak kecil di permukaan danau. Suasana hening ini menambah kemisteriusan danau yang masih menyimpan banyak rahasia yang belum terungkap.

Surga Para Pengejar Matahari



Anda yang pernah berlibur ke Pulau Phuket, Thailand, mungkin pernah mengunjungi tempat ini. Promthep Cape atau Tanjung Promthep terletak di ujung selatan pulau dan terkenal sebagai tempat yang sempurna untuk menyaksikan matahari tenggelam.

Ketika saya mengunjunginya pada siang hari, tempat ini terlihat biasa. Hanya seperti bukit berbatu, mirip seperti gardu-gardu pandang yang ada di daerah wisata di Indonesia, hanya lebih besar. Kios-kios berjualan minuman dan souvenir kas Thailand berjajar di sepanjang area parkir. Beberapa restoran menjadi tempat berteduh favorit bagi para wisatawan yang tidak ingin tersengat matahari.

Pemandangan ke arah laut biru, dengan bukit-bukit berwarna hijau di kejauhan, terlihat indah walau tidak berbeda dengan pemandangan di Phuket secara umum. Semua orang menanti momen matahari tenggelam.

Wisatawan makin banyak berdatangan seiring dengan  bergulirnya matahari ke ufuk barat. Masing-masing orang berebut posisi, mencari tempat yang paling sempurna menyaksikan matahari tenggelam. Hari itu langit biru cerah.

Setelah mendapatkan posisi yang tepat, kami pun menyiapkan kamera dan tripod.  Kami sama sekali tidak beranjak dari tempat tersebut karena takut tempat itu diambil oleh orang lain, walau matahari masih bersinar cukup terik dan pemandangan masih belum bagus untuk diabadikan.

Pukul 18.00, matahari semakin kehilangan teriknya, menimbulkan semburat jingga. Inilah saat tepat untuk mulai mengambil gambar. Saat ini, seluruh pinggiran gardu pandang telah penuh dengan wisatawan. Mungkin karena hari Minggu, wisatawan lokal pun sangat banyak jumlahnya.

http://a323.yahoofs.com/ymg/inspirationsid__3/inspirationsid-792655693-1303379668.jpg?ymULZ5EDK0b9JvWB

Beberapa pasangan muda sibuk mengambil foto. Terlihat banyak keluarga dengan anak-anak kecil, serta kelompok-kelompok perempuan yang berkerudung – mungkin seperti kelompok pengajian kalau di Indonesia. Wisatawan dari berbagai bangsa, usia, semuanya punya tujuan sama, yaitu menyaksikan matahari tenggelam di Tanjung Promthep, Phuket.

Saya, yang datang bersama suami dan adik, tidak kalah gencar berfoto. Hobi fotografi suami tampaknya terpuaskan di tempat ini. Berbagai pose dengan beragam angle diabadikan. Beberapa orang tersenyum melirik kami bergaya, tapi kami tidak peduli. Sudah jauh-jauh datang ke Tanjung Promthep, kami ingin berfoto-foto.

Matahari jingga semakin tenggelam, menciptakan suasana yang membuat semua orang terdiam menikmati. Pantulan warna keemasan di permukaan laut menciptakan paduan serasi dengan alam sekitarnya.

Ketika matahari telah seluruhnya tenggelam di batas cakrawala, orang-orang pun beranjak pulang, mengantongi puluhan foto di kamera mereka.

Ke Tanjung Promthep dari Phuket Town atau Patong


Tanjung Promthep dapat dicapai dari arah Phuket Town, melalui Wat Chalong. Anda bisa menyusuri jalan utama menuju perempatan Chalong, kemudian mengambil jalan pantai melalui Pantai Rawai. Sangat mudah menemukan tempat ini karena di Phuket terdapat cukup banyak petunjuk arah.

Apabila Anda berangkat dari daerah pantai, Pantai Patong misalnya, Anda tinggal menyusuri jalan pantai melalui Pantai Karon dan Kata. Tanjung Promthep dan Patong berjarak sekitar 18 kilometer.

Untuk menuju tempat ini, dan berkeliling Phuket secara umum, Anda dapat menggunakan taksi atau menyewa tuktuk. Namun yang paling nyaman serta murah adalah menyewa sepeda motor. Selain waktunya lebih fleksibel, juga lebih mudah menikmati pemandangan karena bisa berhenti sewaktu-waktu.  Meski berliku-liku dan naik-turun, jalanan di pulau ini semuanya beraspal halus. Sewa motor sehari sekitar THB 250-300 atau Rp 75-90 ribu tanpa bensin.

12 April, 2011

Amazing, Miniatur Perang Dunia Ke-2 Yang Sangat Menakjubkan



miniature-of-world-war-2 Setelah Perang Dunia Ke-2 ada kompilasi dari berbagai peristiwa dan peralatan yang digunakan dalam perang dan disajikan dalam bentuk miniatur kecil (WW2) yang diletakkan di meja game untuk menunjukkan berbagai konflik yang terjadi. Miniatur ini termasuk sekutu, Soviet, warga sipil, kendaraan dan aksesoris seperti senjata, kotak, stiker, tas pasir, kanon dan amunisi lainnya.


WW2 juga menunjukkan miniatur aneh, yang memiliki dua sisi, sebuah penemuan ilmiah seperti paket roket & prajurit super, sementara sisi lain, melihat dunia sebagai sebuah kekuatan gaib, dan kekuatannya seperti kebangkitan iblis tua. WW2 juga memiliki karya miniatur beberapa jenis kendaraan dan baju zirah, termasuk truk, jeep dan kapal tanker. Aksesoris miniatur juga termasuk helm, rambu-rambu jalan, drum minyak dan barikade. Untuk warga sipil, miniatur digambarkan ada yang bersenjata dan tidak bersenjata, termasuk mata-mata, partisan, pembunuh, penembak jitu, sabotase dan tank bomber.

miniature-of-world-war-2-20

miniature-of-world-war-2-01

miniature-of-world-war-2-02

miniature-of-world-war-2-03

miniature-of-world-war-2-04

miniature-of-world-war-2-05

miniature-of-world-war-2-06

miniature-of-world-war-2-07

miniature-of-world-war-2-08

miniature-of-world-war-2-09

miniature-of-world-war-2-10

miniature-of-world-war-2-11

miniature-of-world-war-2-12

miniature-of-world-war-2-13

miniature-of-world-war-2-14

miniature-of-world-war-2-15

miniature-of-world-war-2-16

miniature-of-world-war-2-17

miniature-of-world-war-2-18

miniature-of-world-war-2-19